rekomendasi hunian

6 Lokasi yang Sebaiknya Dihindari Jika Ingin Membeli Rumah

6 Lokasi yang Sebaiknya Dihindari Jika Ingin Membeli Rumah

Salah satu faktor penting saat membeli rumah adalah soal lokasinya. Bukan sekadar tempatnya yang strategis, tapi juga mengenai akses jalan, fasilitas, dan kondisi lingkungan sekitar yang mendukung.

Terkadang, ada orang yang sebenarnya sudah sreg dengan desain dan harga rumahnya, tetapi terhalang oleh beberapa faktor seperti lingkungan hingga akses jalan. Hal itu yang membuat proses pembelian rumah menjadi cukup lama dan harus dilakukan secara sabar.

Oleh karena itu, kalian harus mengetahui slot gacor hari ini beberapa lokasi yang sebaiknya dihindari sebelum membeli rumah. Di mana saja lokasi tersebut? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Bagi kalian yang sedang mencari hunian baru, ada sejumlah lokasi yang sebaiknya dihindari. Mengutip dari arsip detikProperti, berikut sejumlah lokasinya:

1. Dekat Rel Kereta Api

Lokasi yang pertama adalah di dekat rel kereta api. Ada dua alasan mengapa sebaiknya kalian tidak membeli rumah di dekat rel kereta api, yang pertama adalah masalah kenyamanan.

Bayangkan jika setiap 10-15 menit ada kereta api melintas di depan rumah kamu. Suara bising dan getaran dari kereta api yang melintas dapat mengganggu waktu istirahat.

Alasan yang kedua adalah soal keamanan. Jika terjadi insiden kereta api, maka hunian kalian berisiko terkena imbasnya. Meski saat ini kasus kecelakaan kereta sudah jarang, tapi lebih baik menghindari adanya risiko tersebut.

2. Dekat SUTET

Hunian yang berada di dekat saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) sebaiknya juga harus dihindari. Sebab, ada risiko jika SUTET mengalami roboh dan menimpa rumah warga, sehingga menyebabkan kerugian serta korban jiwa.

Selain itu, keluhan yang sering dirasakan warga yang tinggal di dekat SUTET adalah suara bising. Lalu, terdapat radiasi gelombang elektromagnetik yang berbahaya meskipun tidak terlihat.

Berdasarkan penelitian Dr Anies, M.Kes. PKK dari Universitas Diponegoro, penduduk yang tinggal di bawah SUTET 500 kV di Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, berisiko mengalami gangguan kesehatan seperti keluhan sakit kepala (headache), pening (dizziness), dan keletihan menahun (chronic fatigue syndrome).

3. Pinggir Jalan Raya

Sebenarnya, memiliki rumah yang berada di pinggir jalan raya merupakan sebuah keuntungan. Sebab, aksesnya bakal lebih mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi ataupun transportasi umum.

Namun, jalan raya dipastikan selalu ramai dan suara berisik dari kendaraan bermotor dapat mengganggu penghuni rumah. Selain itu, kalian harus lebih hati-hati terhadap anggota keluarga yang masih anak-anak, sebab ada banyak kendaraan berlalu lalang di depan rumah.

Oh ya, harga rumah di pinggir jalan raya, terutama di jalan yang strategis tentu harganya bisa berkali-kali lipat lebih mahal. Jadi, persiapkan juga soal budget-nya.

4. Dekat Bandara

Membeli rumah di dekat bandara sebenarnya juga sangat menguntungkan, apalagi jika kalian termasuk orang yang sering bepergian dengan pesawat. Dengan begitu, kamu bisa pergi ke bandara dengan waktu singkat.

Namun, ada kekurangan jika tinggal di dekat bandara, yakni sering mendengar suara bising dari mesin pesawat. Selain itu, kawasan bandara biasanya akan ramai orang berlalu lalang, sehingga bikin kamu tidak nyaman.

5. Daerah Rawan Banjir

Lokasi yang satu ini sudah seharusnya dihindari sebelum membeli rumah. Jangan sampai kamu hanya tergiur dengan desain rumah yang keren dan harga terjangkau, tapi ternyata setiap hujan turun langsung terjadi banjir.

Salah satu cara untuk mengetahui apakah hunian tersebut berada di daerah rawan banjir atau tidak adalah dengan bertanya ke penduduk sekitar. Perhatikan juga apakah rumah tersebut berada di dataran rendah dan di dekatnya ada sungai atau kali.

6. Rawan Kejahatan

Terakhir adalah lokasi hunian yang masuk dalam zona rawan kejahatan, misalnya rawan kasus perampokan atau pencurian kendaraan bermotor. Sebaiknya, cari rumah yang menerapkan sistem keamanan 24 jam atau siskamling saat malam hari.

Pertimbangkan juga jika kamu ingin membeli rumah yang sering terjadi konflik antar warga, misalnya tawuran. Sebab, tempat tinggal kamu bisa saja terkena lemparan batu nyasar.

Itu dia enam lokasi yang sebaiknya dihindari jika ingin membeli rumah. Semoga membantu kalian.

Cara Mencegah Polusi Udara di Dalam Rumah

Cara Mencegah Polusi Udara di Dalam Rumah

Jakarta masih menjadi kota dengan kualitas udara buruk atau berpolusi. Bahkan, beberapa bulan belakangan, selama beberapa kali, Indonesia menempati rangking pertama kota dengan kualitas terburuk di dunia.

Tentu saja, polusi udara ini dapat berdampak buruk pada kesehatan dan menyebabkan sejumlah penyakit, seperti batuk, flu, gangguan pernapasan, asma, dan alergi.

Bukan tak mungkin polusi udara ini dapat slot online masuk ke udara rumah dengan berbagai cara, di antaranya terbawa angin dan tanpa disadari Anda sendiri yang membawanya.

Elliott Horner, ilmuwan utama Underwriters Laboratories (UL) Environment, mengatakan banyak hal yang masuk ke rumah melalui pakaian kita, termasuk serbuk sari dan polusi.

Polutan lainnya berasal dari dalam rumah, seperti bulu hewan peliharaan, merokok di dalam rumah, dan VOC dari furnitur di rumah,

Jauhkan asap rokok

Para ahli mengatakan salah satu polusi udara dalam ruangan yang paling umum adalah asap rokok.

Sumita Khatri, dokter spesialis paru, mengatakan sisa gas dan partikel dari asap rokok yang mengendap menimbulkan bahaya kesehatan, terutama di ruangan dengan banyak kain atau karpet.

Kita semua pernah mendengar tentang perokok pasif dan risikonya sangat tinggi pada anak-anak, yang lebih sering bermain di lantai serta pada orang dengan masalah jantung dan paru-paru kronis.

Begitu pun dengan rokok elektronik. Khatri menambahkan, uap yang dikeluarkan ketika seseorang mengisap rokok elektrik mengandung senyawa organik yang mudah menguap, logam berat, dan bahan kimia lain yang terkait dengan penyakit paru-paru.

Pembersih rumah tangga bebas kimia

Selanjutnya, cara mencegah polusi udara di dalam rumah adalah menggunakan produk pembersih bebas bahan kimia.

Perlengkapan pembersih rumah tangga adalah penyebab umum polusi dalam ruangan. Bahan kimia keras yang mengeluarkan asap dapat mengiritasi hidung, mulut dan paru-paru, serta kulit.

“Mereka yang memiliki paru-paru dan saluran udara bagian atas yang sensitif, seperti pasien asma dan sinusitis kronis, mungkin akan merasakan gejala-gejala yang semakin memburuk,” ujar Khatri.

Asap produk pembersih dapat menyebabkan peradangan yang dapat mempersulit orang dengan kondisi paru-paru kronis untuk sembuh dari infeksi serta memperburuk peradangan karena pemicu lain, seperti alergi.

Ventilasi dan filter udara

Meski membuka jendela dapat membantu ventilasi rumah, hal tersebut tidak selalu memungkinkan karena alergi atau suhu ekstrem.

Pertimbangkan menggunakan filter udara dan memeriksakan HVAC (sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara) secara teratur.

Selain itu, kata Khatri, pembersih udara dan aromaterapi sering kali dapat memperburuk kualitas udara, kecuali jika jenisnya tepat. Pembersih ini harus berupa filter udara HEPA (penangkap partikel efisiensi tinggi).

Beli tanaman pemurni udara

Tanaman hias dapat melakukan lebih dari sekadar menambahkan sentuhan cantik pada rumah. Meletakkan tanaman hias dan menjadi cara mencegah polusi udara di dalam rumah.

Menurut penelitian Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), ada sejumlah tanaman pemurni udara yang dapat mendetoksifikasi rumah, seperti English ivy, tanaman laba-laba, lidah mertua, dan krisan.

Letakkan tanaman hias di dalam rumah, seperti ruang keluarga, kamar tidur, dapur, dan kamar mandi.

Berinvestasi pada air purifier

Air purifier atau pembersih udara juga dapat menjadi cara mencegah polusi udara di dalam rumah. Air purifier dapat mengurangi berbagai polutan udara di dalam rumah, dari asap, jamur, bakteri, kuman, hingga mikroplastik.

Jessica Le Dinh, insinyur desain senior di Dyson—perusahaan teknologi sekaligus produsen home technology asal Inggris— mengatakan Anda tidak dapat melihat polutan udara dengan mata telanjang. Namun, polutan udara dapat menyebabkan masalah pernapasan atau memperburuk masalah, seperti demam .

Untungnya, menggunakan air purifier di rumah dapat membantu menangkap polusi dan memproyeksikan udara bersih kembali ke seluruh ruangan.

Memandikan hewan peliharaan 

Jika memiliki hewan peliharaan, mandikan dan sering-sering mencuci tempat tidurnya untuk mengurangi bulu penyebab alergi.

Selain itu, jauhkan sahabat bulu dari kamar tidur Anda demi menghindari alergi dan polutan. Bersihkan juga lantai dan perabot berlapis kain sesering mungkin (dua kali atau lebih dalam seminggu) untuk mengurangi paparan polutan.

Memandikan hewan peliharaan juga membantuk mengurangi polusi udara di dalam ruangan.

Nah, itu dia cara mencegah polusi udara di dalam rumah. Pastikan melakukan semua cara di atas demi menjaga kesehatan Anda serta memberikan udara bersih dan sehat di dalam rumah.