Imigran Gelap Asal Afrika Kedapatan Overstay di Jakarta

Apartemen Green Pramuka City mendadak cukup ramai pada hari Kamis tanggal 24 Oktober 2019 yang lalu. Kantor Imigrasi Jakarta Pusat bersama beberapa instansi terkait melakukan penelusuran di apartemen tersebut guna memeriksa izin kerja para penghuni yang berstatus warga negara asing. Ditemukan sejumlah WNA yang ternyata tidak memiliki izin tinggal resmi di Indonesia serta beberapa yang memiliki ijin ternyata sudah kadaluarsa. Tentu saja ini bukan pertama kalinya terjadi di bilangan ibukota. Sejumlah kasus serupa sebelumnya sudah sering terjadi di apartemen lain yang berada di berbagai area di Jakarta. Dengan adanya kasus tersebut, maka pihak imigrasi mengambil langkah tegas untuk mengadakan pemeriksaan lebih lanjut.

Kronologis Kejadian

Berawal dari laporan penghuni apartemen di Tower Orchid lantai 9 Apartemen Green Pramuka City. Mereka melihat sejumlah besar WNA yang tiba-tiba menempati beberapa unit di lantai tersebut selama beberapa lama. Selanjutnya keluhan disampaikan pada pihak pengelola yang kemudian bekerja sama dengan pihak imigrasi mengadakan penyelidikan lebih lanjut. Disini pihak imigrasi Jakarta Pusat selanjutnya segera melakukan pemeriksaan ke lokasi guna memastikan keluhan yang disampaikan tersebut. Ditemukan total 14 WNA berasal dari Afrika dengan dalih sedang berwisata. Sementara ada beberapa diantaranya yang diketahui ternyata melakukan beberapa aktivitas pekerjaan. Melalui koordinasi yang baik dengan pihak pengelola apartemen, maka pemeriksaan dan langkah mengamankan 14 WNA asal Afrika yang ditemui kamis lalu di Apartemen Green Pramuka City tersebut berjalan lancar tanpa hambatan.

Peraturan Izin Diperketat

Akibat terjadinya kejadian tersebut, maka pihak pengelola Apartemen Green Pramuka City bertekad untuk memperketat masalah perizinan tinggal bagi warga negara asing di area unit apartemen tersebut. Hal ini disampaikan lebih lanjut oleh Head Communication of Apartemen Green Pramuka City, Lusida Sinaga. Dikatakan bahwa saat ini pihak pengelola kesulitan melakukan kontrol terhadap broker-broker online ilegal yang menyewakan unit tanpa melalui pihak apartemen. Sehingga pada akhirnya terjadi kondisi adanya penghuni tanpa surat dan izin yang resmi dari pemerintah. 

Tentunya dari sini pihak pengelola berusaha untuk melakukan kontrol yang lebih baik. Terutama pada broker-broker online yang ilegal tersebut. Termasuk dalam hal pengurusan ijin masuk ke dalam unit apartemen. Dengan demikian maka diharapkan nantinya kondisi di lingkungan apartemen jauh lebih kondusif dan lebih aman.

Tanggapan Imigrasi Jakarta Pusat

Lebih jauh saat dihubungi secara terpisah, pihak imigrasi Jakarta Pusat juga memberikan keterangan yang lengkap mengenai peristiwa tersebut. Menurut Alvian Bayu Indra Yudha, Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, nantinya akan dilakukan dua proses terhadap para imigran gelap yang ditemukan tersebut. Baik yang pertama berupa pemeriksaan lebih lanjut dan pengumpulan bukti untuk melakukan sidang perkara. Atau alternative berikutnya yaitu memberikan sanksi administratif pada para imigran tersebut berupa deportasi ke negara asalnya.

Diketahui lebih lanjut, dari 14 WNA Afrika yang diinterogasi, 3 diantaranya memiliki paspor. Sehingga mereka saat ini statusnya dilepaskan dan boleh kembali ke unit apartemen mereka. Sementara 11 orang lainnya tidak bisa menunjukkan surat izin maupun identitas diri yang lengkap. Sehingga untuk sementara maka akan ditempatkan di Rumah Detensi Jakarta Pusat sambal menunggu tindakan lebih lanjut. Demikian disampaikan secara jelas oleh Kepala Subseksi Intelijen Keimigrasian Jakarta Pusat, Kecin Samuel Manus. Dengan melakukan operasi pemeriksaan yang lebih intensif, cepat dan tanggap, maka kasus-kasus serupa di masa depan diharapkan bisa semakin berkurang. 

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of