5 Pertimbangan Saat Ingin Menyewa Apartement

Tinggal di apartemen telah menjadi gaya hidup perkotaan. Rata-rata bermukim di bangunan vertikal laksana apartemen bukan sekadar naikkan gengsi semata, namun lebih karena hal kepraktisan.

Kebanyakan tempat apartemen sedang di pusat kota. Di samping itu, apartemen pun menawarkan pelbagai fasilitas yang memanjakan penghuninya.

Hanya perlu diacuhkan pula, terdapat plus minus bermukim di apartemen. Apa saja itu?

Nilai plus

Yang sangat kentara keuntungan bermukim di apartemen ialah lokasinya di pusat kota. Bisa dekat dengan kantor sampai-sampai tak butuh terjebak kemacetan di jalan. Di samping itu, kadang pengembang membina apartemen yang dilengkapi dengan pusat perbelanjaan, kebugaran, minimarket, taman, dan beda sebagainya.

Tak ketinggalan, bermukim di apartemen pun tak butuh direpotkan dengan urusan-urusan pemeliharaan. Biasanya penghuni lumayan membayar sebanyak uang tiap bulannya dan pengelola yang bakal mengurus pemeliharaan. Di samping itu tingkat keamanannya pun lebih baik sebab ada kemudahan security dan CCTV.

Nilai minus

Biaya pemeliharaan (maintenance fee) atau service charge tiap bulan musti dibayar. Ya iya dong, tidak terdapat kerja yang cuma-cuma kan? Nilainya juga bervariasi tergantung dari kepandaian pengelola.

Biaya itu dipakai untuk menunaikan petugas sekuriti, kebersihan, dan perawatan kemudahan umum apartemen. Bandingkan bila bermukim di lokasi tinggal tapak yang seringkali tak ada keharusan membayar ongkos perawatan.

Lagi pula sosialisasi dengan antarpenghuni apartemen paling minim. Tingginya kegiatan penghuni menjadi tantangan untuk bersosialisasi antara satu dengan yang lain. Satu urusan lagi, kadang kala nilai apartemen turun seiring berjalannya masa-masa karena hal usia gedung.

Terlepas plus minusnya, bermukim di apartemen tetap menjadi opsi yang menarik. Untuk yang hendak berencana mencarter ruang di bangunan vertikal ini, terdapat baiknya mempertimbangkan sejumlah faktor di bawah ini.

1.Sesuaikan dengan budget

Penawaran sewa bermukim di apartemen memang banyak, namun dari sekian tersebut mana yang cocok dengan budget di kantong. Kemampuan budget di sini bukan semata-mata sanggup menunaikan sewa bulanan saja tapi pun biaya-biaya yang menyertainya. Hitung dengan cermat berapa tidak sedikit uang yang dikuras tiap bulannya.

Sebaiknya tentukan dulu keterampilan budget sebelum memilih apartemen. Tanpa menghitung kepasitas keuangan akan menyulitkan diri yang bisa-bisa terusir dari apartemen yang ditinggali sebab tak powerful membayar.

Selanjutnya tidak boleh abaikan pula biaya-biaya yang mesti dikeluarkan ketika pindah ke apartemen. Misalnya saja ongkos tanda jadi, duit jaminan, sampai ongkos perabotan baru andai unit yang disewakan tak full furnish. Sebelum menyimpulkan pindah ke unit apartemen sewaan, buatlah perencanaan anggaran.

2.Susun skala prioritas

Pertimbangan memilih apartemen bukan sekadar tersebut bangunan baru, menawarkan pemandangan kota yang indah, atau kemudahan yang komplet. Tapi perhatikan pun mobilitas keseharian.

Sejauh mana tempat apartemen tersebut dekat dengan kegiatan keseharian. Misalnya dekat dengan kantor, sekolah anak, lokasi tinggal sakit, transportasi umum, dan beda sebagainya.

Maka tersebut penting untuk menciptakan prioritas apa yang berkeinginan dituju ketika tinggal di apartemen. Jangan sampai menunaikan mahal bermukim di suatu apartemen sekadar untuk mendongkrak gengsi atau citra tapi justeru menyusahkan dalam rutinitas harian.

3.Cek unit dengan seksama

Jangan langsung percaya dengan bujuk rayu marketing apartemen. Sebaiknya langsung memeriksa unit yang berkeinginan disewa, bukan mengunjungi unit yang menjadi contoh. Lihat situasi terkini dari unit tersebut.

4.Home Shortage

Jangan hanya sekedar sesuai dengan harga. Unit apartemen mesti diperiksa dulu. Siapa tahu harganya murah namun ternyata tidak sedikit yang musti dibetulin dengan ongkos sendiri?

Misalnya simaklah lebar pintu apartemen apakah dapat muat ditembus sofa kesayangan. Kemudian cek drainase air dan toilet apakah dapat digunakan dengan baik. Tak ketinggalan periksa pun listrik, lampu, pendingin ruangan, dan beda sebagainya.

Setelah tersebut sasaran pemeriksaan  lainnya ialah lorong-lorong apartemen. Lihat apakah pengelola meluangkan alat pemadam, tangga darurat, maupun kemudahan pendukung lainnya. Bila perlu seluruh yang dicek didokumentasikan supaya menjadi bahan pertimbangan dalam mencocokkan satu unit apartemen dengan yang lain.

Foto hasil arsip itu dapat jadi bahan guna menegosiasikan dengan pengelola atau empunya apartemen. Sebisa barangkali bila ada kehancuran sebelum menduduki maka tersebut menjadi tanggung jawab pemilik. Yang tak kalah penting, pastikan sinyal ponsel dapat diterima dengan baik di dalam unit apartemen.

5.Buat perjanjian sewa

Jangan anggap remeh surat perjanjian sewa. Pasalnya, surat perjanjian tersebut mencantumkan hal-hal yang menjadi tanggung jawab dan keharusan masing-masing pihak.

Surat perjanjian tersebut mengandung rincian seperti:

  • jumlah duit sewa,
  • masa jangka masa-masa sewa,
  • biaya-biaya,
  • siapa yang bertanggung jawab terhadap kerusakan,
  • fasilitas apa saja yang menjadi hak penghuni,
  • dan beda sebagainya.

Surat perjanjian sewa ini diciptakan rangkap dua di mana setiap pihak memegangnya. Tak ketinggalan dibubuhi materai secukupnya. Dengan adanya surat perjanjian itu maka secara langsung menjadi bukti legal menghuni unit apartemen.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of